<legend id="h4sia"></legend><samp id="h4sia"></samp>
<sup id="h4sia"></sup>
<mark id="h4sia"><del id="h4sia"></del></mark>

<p id="h4sia"><td id="h4sia"></td></p><track id="h4sia"></track>

<delect id="h4sia"></delect>
  • <input id="h4sia"><address id="h4sia"></address>

    <menuitem id="h4sia"></menuitem>

    1. <blockquote id="h4sia"><rt id="h4sia"></rt></blockquote>
      <wbr id="h4sia">
    2. <meter id="h4sia"></meter>

      <th id="h4sia"><center id="h4sia"><delect id="h4sia"></delect></center></th>
    3. <dl id="h4sia"></dl>
    4. <rp id="h4sia"><option id="h4sia"></option></rp>

        Mediasi, Chevron Sepakat Mencari Solusi Pemulihan Pencemaran Lingkungan Hidup Blok Rokan

        Mediasi, Chevron Sepakat Mencari Solusi Pemulihan Pencemaran Lingkungan Hidup Blok Rokan

        Sidang Gugatan Lingkungan Hidup LPPHI terhadap PT CPI, SKK Migas, KLHK dan DLHK Riau berlanjut ke tahap mediasi yang berlangsung 8togel sydney (14/10/21) di PN Pekanbaru. foto/dok.LPPHI

        Pekanbaru  -  Bertempat di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Sidang Mediasi Gugatan lingkungan Hidup Lembaga Pencegah Perusak Hutan Indonesia (LPPHI) terhadap PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau (DLHK), dilaksanakan hari ini, 8togel sydney (14/10/21).
          
        Sidang Mediasi ini dipimpin oleh Hakim Mediator Zulfadly SH, MH dan keempat tergugat menyatakan bersedia untuk mencari solusi atas gugatan LPPHI tersebut.

        Sementara itu, Ketua Tim Hukum LPPHI Josua Hutauruk SH usai dilaksanakannya mediasi mengungkapkan, pihaknya pada mediasi itu menawarkan untuk tercapainya kesepakatan pemulihan lingkungan hidup di Blok Rokan. 

        "Kami dalam mediasi ini menawarkan kesepakatan untuk pemulihan Lingkungan Hidup di Blok Rokan," ungkap Josua.

        Perkara gugatan ini terdaftar di Pengadilan Negeri Pekanbaru dengan Register Nomor 150/PDT.G/LH/2021/PN.Pbr Tanggal 6 Juli 2021.
         
        "Pada intinya para tergugat bersepakat untuk mencari solusi. Dan untuk mencari solusi itu mereka minta resume tertulis tentang teknis pemulihan pencemaran lingkungan hidup di Blok Rokan yang diminta oleh Penggugat. Mereka akan menyampaikan resume itu nanti kepada prinsipal," lanjut Anggota Tim Hukum LPPHI Tommy Freddy Manungkalit, S.H., usai agenda mediasi pertama.

        Lebih Lanjut Tommy mengatakan, Hakim Mediator memberikan waktu selama dua pekan kepada Penggugat untuk menyiapkan resume teknis pemulihan pencemaran lingkungan hidup Blok Rokan. Pemberian waktu itu pun disepakati para pihak berperkara di dalam ruang mediasi itu.

        Hal senada, juga disampaikan oleh Anggota Tim Hukum LPPHI Supriadi Bone SH. CLA. bahwa mereka menyambut baik keinginan para tergugat untuk mencari solusi terbaik untuk pemulihan lingkungan hidup.

        "Terkait hal ini resume akan kita diskusikan dengan tim kuasa hukum dan prinsipal penggugat serta ahli pendamping," ungkap Supriadi Bone.

        Disisi lain, menurut Pengawas LPPHI, Mandi Sipangkar, mengatakan  bahwa pihaknya berharap penggugat dan para tergugat pada prinsipnya menemukan solusi yang terbaik untuk pemulihan pencemaran lingkungan yang telah merugikan masyarakat Riau. 

        "Dan tentunya pemulihan lingkungan yang dilakukan harus sesuai dengan peraturan peraturan perundang undangan," ujar Mandi Sipangkar.

        Sidang Mediasi berlangsung lebih kurang setengah jam. Seluruh Kuasa Hukum Tergugat hadir pada mediasi. Sementara dari Tim Hukum LPPHI dihadiri Ketua Tim Hukum LPPHI Josua Hutauruk, S.H. Ia didampingi Anggota Tim Hukum LPPHI Tommy Freddy Manungkalit, S.H., Supriadi Bone, S.H., C.L.A., Muhammad Amin S.H.,dan Perianto Agus Pardosi, S.H.**
         


         

        Eko Sulastono

        Komentar Via Facebook :